yoi..14 februari kemaren adalah Valentine di tahun 2010.
it's already friday!!!!
-weekend lageee- biasanya aku akan sangat senang dan semangat, hmm..tapi kenapa rasanya kosong. Padahal weekend kali ini dah fullbooked. heee..(ada teman2 yang mengadakan acara di weekend kali ini.)
Beberapa hari belakangan, aku merasa waktu berjalan sangat lambatttt.. aku sudah berpikir bahwa kali ini sudah tanggal 30-an. Tapi ternyata baru tanggal 5 (2 angka saja belum!!).
kenapa berasa lama? Apakah aku sedang menunggu sesuatu??....
Selengkapnya...
Akhir tahun 2009 bukanlah ending tahun yang Indah bagiku. Banyak temanku yang menghilang dari kehidupanku, yakni teman-teman di tempat kerja. Sudah dari bulan Agustus satu persatu mereka pergi, ada yang pindah ke Bali, Malang, Semarang hingga serentak ada 4 orang yang mengundurkan diri di akhir Desember 2009. Sedih juga waktu itu, mengingat entah kapan bisa bertemu lagi. Tapi begitulah kehidupan, people come and go jadi aku masih bisa tersenyum melihat punggung mereka menjauh.
Baru merasa memiliki setelah kehilangan, begitu pula dengan kehidupanku. Sejak kepergian teman-temanku itu aku tidak bisa mengingat dengan jelas, orang-orang baru yang datang. Yang teringat jelas hanyalah orang yang pergi. Padahal ada juga orang-orang baru yang masuk. Siapa saja, ada berapa, dan mengapa mereka disini. Aku tidak pernah memperdulikannya, hingga mereka pergi, dan aku kehilangan.
Kenyataan menjadi sangat menggetirkan ketika di akhir tahun 2009 ternyata aku juga harus kehilangan orang yang sangat dekat sekaligus sangat jauh dariku. Seharusnya orang ini menjadi orang baru di kehidupanku di tahun 2010, seharusnya orang ini yang masih menguatkan aku menghadapi kehidupan yang naik-turun, senang dan sedih, tapi aku juga harus kehilangannya.
Aku merasa kehilangan arah, sebelum mengenalnya tujuanku masih untuk diriku sendiri. Ketika mengenalnya aku mulai memikirkan kehidupan bersama orang lain, meskipun aku belum berani memutuskan, tapi aku sudah mulai memikirkannya. Tapi dengan kehilangannya, aku tidak punya arah, apa yang ingin kucapai, apa tujuanku, hidupku mau kemana, aku tidak tau. Untuk pertama kalinya aku menjadi robot-like zombie.
I’m lost. Rasa kehilangan saat ini lebih berat bagiku dibanding melihat 1000 orang temanku pergi.
Ketika seorang wanita menangis, wanita itu tidak akan pernah sama sesudahnya. Aku memang mendapat pelajaran berharga dari pengalaman ini, walau harga yang harus kubayar terlalu “MAHAL”. Tapi aku tidak boleh menyia-nyiakannya. Aku harus menjadi pribadi yang lebih baik, supaya setimpal dengan harganya. Tapi apapun yang kulakukan, tidak ada yang bisa menghapus tinta yang telah ditorehkan pada secarik kertas.
Aku berdoa-berdoa-dan berdoa. Aku memohon pada Tuhan untuk mengampuniku, dan jangan menghukumku dengan cobaan ini, jangan ambil dia dariku. Aku mau Tuhan mengembalikan dia padaku. Tapi aku hanyalah kernet, Tuhanlah sopirnya. Aku dilema, entah apa yang ingin kuminta dari Tuhan,aku tidak tau.
Namun aku teringat kata seorang teman : Life begins at the present...There is no reason to feel regret about the past and worry about the future. Akhirnya aku hanya bisa berserah diri pada-Nya. Aku sudah menyadari kesalahanku, aku harus lebih baik dari masa lalu dan mengenai masa depanku, tidak ada yang perlu kucemaskan mengenai masa depanku.
Seperti teman-teman baru yang tidak pernah kuhitung, begitu pula dengan hidupku kelak. Suatu hari nanti, pasti akan datang lagi, dia yang akan menemaniku, dan disaat itu aku akan menjaganya dan tidak akan melepaskannya.

8 Januari 2010
Bermula dari kenekatanku pergi ke Semarang sendirian, naek kereta dari stasiun Senen Jakarta untuk pertama kalinya. Setibanya di stasiun, aku bertanya ke pak satpam “Pak, dimana pintu masuk ke stasiun ya??” Padahal pintunya sudah di depanku..(haaa), yah maklum waktu itu sudah agak gelap, daripada malu salah masuk.
9 Januari 2010
Aku sampai di Semarang jam 4, pagi buta. Bapak Taksi mengantarku sampe di depan gereja katedral yang masih gelap gulita dan terkunci rapat. Untung waktu itu ada bapak penyapu halaman, dan dia meminjamkan kamar mandi dengan free-Hmm..masih ada kebaikan yang free ternyata..hohohoho..
Aku menunggu hingga misa pagi jam setengah 6, dan saking semangatnya, aku membangunkan doggi yang hampir membunuhku. Di gereja katedral itu, untuk pertama kalinya aku merasakan Tuhan ada untukku. Dia memenuhi harapanku pagi itu.
Kegembiraanku tidak lama, hanya beberapa menit. Aku mendapat musibah pagi itu di Semarang. Aku mendapati diriku sedang berada di penginapan sendirian dan kesakitan yang luar biasa hebat. Semakin lama, sakit itu makin kuat, aku tidak sanggup menahannya lagi. Aku memberitahu temanku. Terimakasih Rosa, sudah mengajak Zombi ke Java Mall dan menelusur memori UNIKA sepanjang siang itu. Dengan sabarnya dia menemaniku yang terus menerus mengeluh kesakitan. Bahkan dia hampir membatalkan tugas negaranya sore itu. Jadi kuyakinkan dirinya aku akan baik-baik saja.
Baru 1 jam aku tidur, aku terbangun, ternyata aku sedang tidak bermimpi. Aku tidak sanggup, jadi aku mengganggu acara malam minggu temanku. Terimakasih Puji, selalu menjadi tong sampah di setiap kali aku kambuh kesakitan (masih ingat-ini bukan yang pertama kalinya?hee). Temanku menemaiku hingga aku kecapekan, sehingga langsung tertidur pulas sesampainya di penginapan.
Keesokan paginya, aku tak sanggup bangun apalagi pergi ke gereja. Untungnya Supit menjemputku check out dan menampungku di rumahnya. Terimakasih untuk Supit dan keluarganya yang begitu sangat sabar dan pengertian dengan kondisiku. Tanpa bercerita apa pun pada mereka, bahkan anak berumur 5 tahun pun sudah bisa melihat penderitaanku.
Aku diantarkan ke stasiun malam itu oleh teman-temanku..ketiganya mengantarku..mereka berpesan agar aku menjaga diri, harus kuat, dan harus baik-baik saja sampe tiba di Jakarta.
10 Januari 2010
Sampai di Jakarta jam 3 pagi dan tidak tau apa yang harus kulakukan untuk bisa kembali ke Bogor. Aku duduk di pinggir jalan, mengamati, dan berpikir. Dengan tekad yang kuat dan mengesampingkan rasa sakitku untuk sementara, aku berusaha pulang ke Bogor.
Sesampainya di depan kamarku, Fandi sudah menunggu cerita perjalananku, terimakasih sudah mendengar teriakanku di telepon. Sungguh menggelikan kamu menjadi salah satu yang tau ketika aku tak berdaya, mengingat aku sering “nyio-nyio kowe”. Hohohoho..
Dan tak lepas dari 3 sahabat yang selalu menemaniku sepanjang perjalanan dari mulai awal berangkat hingga aku kembali, Ivone, Amri dan Vera. Terimakasih girls telah memantau perjalanku setiap waktu, bahkan kalian masih memegang tanganku hingga sekarang, maaf klo respon ke HP kalian lambat.
Terimakasih teman-teman ku dengan inspiring words-nya yang menguatkan:
Lebih baik kamu merasakan sakitmu sekarang, daripada nanti, disaat semuanya sudah terlambat dan sulit untuk diubah. Terimakasih Tika telah meluangkan waktunya ditengah-tengah kesibukan dan padatnya training.
Ketika kamu memutuskan untuk melibatkan Tuhan, maka tidak ada alasan meragukanNya dengan berputus asa. Terimakasih ms Jo, nasihat di tengah malam buta, di sela-sela jam kerjamu.
Teman yang baru saja kukenal dan juga peduli, bahwa Ver harus kuat..Ver harus terus maju. Ver tidak boleh kalah dan lemah. Terimakasih Ama.
Dan juga TERIMAKASIH untuk semua teman-teman yang laen di sekelilingku.
-Tuhanku tak akan memberi ular beracun pada minta roti, cobaan yang engkau alami tak melebihi kekuatanmu-
I've known a few guys who thought they were pretty smart
But you've got being right down to an art
You think you're a genius-you drive me up the wall
You're a regular original, a know-it-all
Oh-oo-oh, you think you're special
Oh-oo-oh, you think you're something else
Okay, so you're a rocket scientist
That don't impress me much
So you got the brain but have you got the touch
Don't get me wrong, yeah I think you're alright
But that won't keep me warm in the middle of the night
That don't impress me much
I never knew a guy who carried a mirror in his pocket
And a comb up his sleeve-just in case
And all that extra hold gel in your hair oughtta lock it
'Cause Heaven forbid it should fall outta place
Oh-oo-oh, you think you're special
Oh-oo-oh, you think you're something else
Okay, so you're Brad Pitt
That don't impress me much
So you got the looks but have you got the touch
Don't get me wrong, yeah I think you're alright
But that won't keep me warm in the middle of the night
That don't impress me much
You're one of those guys who likes to shine his machine
You make me take off my shoes before you let me get in
I can't believe you kiss your car good night
C'mon baby tell me-you must be jokin', right!
Oh-oo-oh, you think you're special
Oh-oo-oh, you think you're something else
Okay, so you've got a car
That don't impress me much
So you got the moves but have you got the touch
Don't get me wrong, yeah I think you're alright
But that won't keep me warm in the middle of the night
That don't impress me much
You think you're cool but have you got the touch
Don't get me wrong, yeah I think you're alright
But that won't keep me warm on the long, cold, lonely night
That don't impress me much
Okay, so what do you think you're Elvis or something...
Oo-Oh-Oh
That don't impress me much!
Oh-Oh-Oh-Oh-No
Alright! Alright!
You're Tarzan!
Captain Kirk maybe.
John Wayne.
Whatever!
That don't impress me much!
Selengkapnya...
Malam ini setelah menyambangi orang ketiga dikantorku yang harus opname di Rumah sakit karena radang usus, aku dan 5 temenku mampir di Taman Warung daerah Bogor. Tempat makan ini cukup recomended bagi mereka yang ingin kow-kow dengan budget yang terjangkau (Nasi ayam Bakar ditawarkan hanya dengan harga Rp. 13000,00>> cukup murah bukan). Karna sudah agak malam, banyak dari menu yang sudah habis, sehingga kami membutuhkan waktu cukup lama untuk memesan. Sambil menunggu pesanan diantar, seperti orang yang "ndeso" kami berfoto ria..hee.. hanya mencoba membuat tetap eksis dan narsis..haa
Di sela obralan kami, salah seorang dari kami ada yang mencoba berjualan diri, dia menawarkan kursus public speaking dengannya. Cukup obral juga dia sehingga membuatku nyeletuk "Buka usaha Public speaking aja kmu, passionmu tuh"
spontan temen ku menjawab "jangan ucapkan kata passion itu, gw lagi eneg",,
wheheheee..
Di tempat dimana aku bekerja sering didengungkan kata passion. Menurut mereka tidak ada istilah dalam bahasa Indonesia yang tepat untuk menggambarkan makna dari passion itu sendiri. Tapi sejauh aku menangkap selama hampir satu tahun aku berada di tempat kerjaku, passion merupakan keinginan paling mendalam tentang sesuatu hal yang benar2 diinginkan untuk dikerjakan dimana ketika mengerjakannya akan merasa bahagia mengerjakannya walau dalam pekerjaan senang ataupun susah sekalipun.
Ketika pertama kali datang, passion itu memang belum ada. Akhirnya hanyalah impian yang muncul bukan passion. Apa yang ingin dikerjakan, apa yang ingin diraih, bagaimana aku satu tahun lagi, dst. Setelah itu, seiring dengan berjalannya waktu, hambatan, rintangan, dan kesulitan datang tanpa henti dan menempatkan seseorang di posisi pekerjaan susah (tidak enak). Kemudian orang tersebut memutuskan menyerah dan tidak mau melanjutkan lagi. Saat seperti inilah mengapa passion belum dimiliki, yang ada hanyalah impian yang tidak kunjung terwujud.
Sebagai orang yang tidak takut bermimpi, keadaan seperti ini sering membuat frustasi. Maju tdk bisa, mundur salah. Akhirnya yang terjadi adalah kehilangan status diri. Apa yang ingin dikerjakan, apa yang ingin diwujudkan, apa yang ingin diraih, semuanya kabur dan hilang.
Beberapa teman ada yang mencoba bertahan, dan mencoba mencari impian lain sambil berharap suatu saat bertemu dengan passionnya, orang seperti ini cukup gigih menurutku, dia berani jatuh-bangun sekian kali demi idealisme menemukan passionnya di tempat yang sama seperti impian yang sebelumnya, atau mungkin karna rasa sungkan pada sang owner jika harus menyerah mundur dan kalah,, entahlah,,yang pasti usaha disini tidaklah mudah dan butuh ekstra semangat untuk membuat batu karang tetap kokoh.
Namun, tidak sedikit pula teman yang langsung memutuskan untuk merubah arah, memutar haluan dan memilih idealisme lain. Orang seperti ini juga merupakan teman yang gigih, dia gigih untuk hidupnya, daripada dia tersiksa, kehilangan status diri, dan merasa wasting time, sementara ada dunia lain di luar sana yang bisa menjawab impian - impiannya. Teman ini tetap gigih untuk mendapatkan impiannya, walau impiannya berada ditempat berbeda.
Lalu, dimanakah posisi temanku sekarang, dan mungkin posisi diriku sendiri?? untuk menjawab pertanyaan ini pun tidaklah mudah. Hanya untuk memutuskan untuk menjadi batu karang yang kokoh atau memilih mengorbit di planet yang baru membutuhkan pemikiran yang matang, tepat, dan akurat (haiya...) memilih impian atau passion??
- Nulis belum menjadi bagian dari diriku, jadi sering naik – turun moodnya. Dan selama beberapa bulan belakangan moodnya sedang di bawah..hee.. kebetulan aja nie temen2 jaman SMA ada yang menyentil blog, jadi muncul lagi niatnya buat nulis dan berbagi cerita perjalanan seorang anak biasa.
- Lupa password masuk ke blog. Klo yang satu ini emang dasarnya otak yang dudul. Udah tau kapasitas otak pas – pasan, buat password beda – beda. Hmm…
Wow tak terasa sudah 7 bulan aku ada di tempat baru...
hmm..waktu yang cukup panjang...
dan ternyata belon ada satu karya yang berhasil kuselesaikan..
apa saja yang sudah kulakukan selama ini?
hmm..sungguh waktu yang sangat sia-sia kuhabiskan..
selalu..selalu seperti ini...
terkadang ingin sekali ku mengikuti kemana arah angin berhembus,,
semakin aku berusaha untuk melawan arah angin itu aku semakin terhempas,
namun, ketika ku mulai berjalan mengikuti arah angin itu aku juga semakin tak berarah
aku limbung dengan dunia yang penuh sesak
tidak tau arah mata angin yang benar,,
sendirian menghadapi kehidupan dengan banyak manusia didalamnya..
bagaimana aku bisa tau orang-orang tersenyum padaku...
Bosan aku dengan penat, dan enyah saja kau pekat....
(perjalanan ke waterpark depok sepertinya menyenangkan..)
Selengkapnya...
Salah satu dari teman saya tersebut bekerja di Jakarta, dan dia terbiasa pulang - pergi Jakarta-Bogor dengan naek kereta. Jadi langsung saja terpikir oleh saya untuk ikut join bersama mereka naek kereta (kebetulan saya sering ke Jakarta dan perjalanan Jakarta-Bogor dengan kereta belum pernah saya tempuh).
Pengalaman ini menjadi luar biasa bagi saya, perjalanan dengan kereta api ekonomi dengan jarak pendek (Jakarta-Bogor). Kami berangkat dari stasiun yang sangat sepi di Jakarta tepatnya di daerah Sudirman, mungkin jika saya sendirian saja disana saya tidak akan berani karena suasananya sepi, lengang, dan bisa saja orang yang tidak terlihat bersembunyi di balik semak-semak.
Kami menunggu sekitar 5 menit di stasiun, ketika kereta datang kami langsung masuk. Kereta yang kami tumpangi sudah tidak punya pintu. Sebelum saya masuk ke dalam kereta, saya sempat kaget ketika ada seorang 'anak kecil gundul(tidak punya rambut) yang melompat keluar dari kereta. Anak itu terlihat lusuh dan kotor sekali, dia melompat dari dalam kereta yang belum berhenti, sehingga saya pikir "sungguh bahaya sekali apa yang dilakukan anak tersebut, dimana orang tuanya?"
Untung malam itu kereta kosong, sehingga kami bisa mendapat tempat duduk. sewaktu berada di dalam kereta, saya bertanya ke teman saya "kita bayarnya kapan? kita tidak membeli karcis?" Tapi teman saya hanya tersenyum dan bilang "ga usah". Hah??? Ternyata kami tidak perlu bayar buat naek kereta. Saya kemudian teringat bahwa banyak orang meminta pemerintah memperbaiki infrastruktur kereta, tapi ternyata banyak pula orang yang tidak membayar kewajibannya. "Wah - wah, pantes aja klo pemerintah cuma diem aja".
Keheranan saya tidak berhenti disana, sewaktu di dalam kereta, saya melihat 'anak gundul' yang tadi melompat keluar kereta ada lagi di dalam kereta, dia duduk di lantai kereta sambil mencari - cari barang-barang di lantai kereta (entah apa yang dicari oleh anak itu). Ternyata dia adalah salah satu dari banyak anak jalanan di dalam kereta itu. Selama perjalanan itu pengemis, anak jalanan, dan pemulung di kereta tidak henti-hentinya lewat, seperti air yang mengalir, ada aja. Baru pertama kali saya melihat pengemis sebanyak itu. Kemudian saya liat ke sekeliling, saya melihat penumpang lain di dalam kereta itu, penumpang kereta itu pun kebanyakan adalah orang dengan status menengah kebawah. Jadi saya berfikir, kenapa pengemis sebanyak ini ada di kereta ini, mengapa mereka tidak mengemis di mall, atau di depan hotel, atau di tempat mewah-mewah lainnya, pasti mereka akan mendapat banyak uang disana. Tapi kemudian saya ingat, klo pengemis pasti tidak diperbolehkan memasuki area tersebut.
Disini lah saya melihat kebesaran Tuhan, betapa orang-orang biasa itu (penumpang lain di dalam kereta) dengan segala keterbatasannya diberi kesempatan oleh Tuhan untuk memberi saudaranya yang tidak seberuntung mereka di dalam kereta api ekonomi. Sedangkan orang-orang di tempat mewah seperti mall, hotel, restoran dll, mereka diberi kesempatan luas untuk menjadi donatur di yayasan-yayasan sosial, karena mereka pasti tidak pernah menjumpai pengemis di sekitar mereka (Somoga rantai ini benar-benar berjalan sebagaimana mestinya).
Kereta berhenti di depok, dan kami harus berganti kereta untuk menuju Bogor, disini saya membeli karcis walaupun teman kami yang laen bilang tidak perlu.(kami hanya mencoba mempertahankan idealisme kami anak muda). Ternyata karcisnya sangat murah, hanya Rp1.500,00. Di stasiun depok saya melihat langsung kereta dengan penumpang yang penuh sesak, bahkan sampai ada yang duduk di atap kereta. Sebelumnya kejadian seperti ini hanya saya lihat di TV. Sesampainya di Bogor saya langsung menuju ke shuttle bis, perjalanan ke shuttle bis ini cukup menakutkan buat saya, karena saya baru sadar bahwa malam sudah larut, saya mendapati diri saya sedang sendirian di kota yang baru buat saya dan sedang dibohongi oleh "tukang ojek" (saya diputer-puterin). wahhhhhh...... hmmmm....
Malam yang menegangkan...
hai dunia bergembiralah....
Kalimat itulah yang pernah didengungkan agar seluruh dunia bergembira, bukan cuma anda, saya, dia atau pun teman saya.. tapi semuanya seluruh dunia..
maka marilah kita bergembira....
Dunia kita yang besar dengan segala isinya yang beraneka ragam,,, ada yang galak, ada yang pendiem, ada yang ceria, ada yang bawel, ada yang mau tau aja,,,, semuanya.... dan semuanya pasti ingin bergembira...so, mari berhimpun dan bersukaria....
Tahun ini menjadi tahun transisi bagi kehidupan seorang anak manusia,, dalam perjalanan tahun ini dia mengalami perbedaan lingkungan yang cukup besar... diawal tahun 2008 dia masih dengan kesenangannya,,dia bisa mengatur sendiri hidupnya, kemana dia akan melangkahkan kakinya dan dengan siapa dia akan melangkah.. dia sendiri lah yang masih menentukan...
dan diawal tahun 2009 yang akan datang kehidupan menjadi sangat berbeda baginya... hidupnya sudah bukan miliknya lagee... dunia yang sudah dipilihnya menuntutnya untuk melakukan pilihan lain yang berbeda...
terkadang dalam kehidupan selalu harus memilih... dan harga dari setiap pilihan yang sudah diambil selalu harus dibayar...
Dia mendapat kesempatan untuk berkembang lebih besar,,, namun ada juga hal dari dirinya yang harus dia relakan untuk hilang dari kehidupannya....
Selengkapnya...